Welcome to Depok Tiger Club
  Create an account    

Tentang DETIC
Chat With Us

Penghargaan

Web Stats
We received


page views since
October 2008

Total Hits
· New Today

1050

· New Yesterday

8109


Average Hits
· Hourly

169

· Daily

1,210

· Monthly

73,654

· Yearly

883,853


Server Time
· Time

02:16:47

· Date

30 Jul 2010

· Timezone

+0700


Link Club & Fave
Join Milist DETIC
Kotak Surat
 It’s Fun Time!!! Jelang Revtex Motor Plus Fun Rally

Artikel ceritaBerapa banyak di antara kita yang hobi kecepatan? Secara tidak sadar para komuter—istilah teknis untuk orang-orang yang bekerja bolak balik pusat kota-pinggiran—sebenarnya adalah speed goers (pecandu kecepatan). Betapa tidak. Kerja on time di kota yang sesak adalah tantangan. Berangkat kerja selambat mungkin, pulang kerja secepat mungkin. Biar sampai ke rumah masih ada waktu sisa untuk bersantai dengan keluarga, ikut club, dan mengerjakan tetek bengek urusan sosial lainnya. Padahal lalu lintas kota-kota besar seperti Jakarta luar biasa padatnya pada rush hours.



Kota dan para komuter memang fenomena yang terjadi sejak revolusi industri di Inggris pada abad 16-an. Fenomena ini kemudian berkembang di hampir kota-kota industri dan perdagangan. Pada awal abad 20, kota seperti Chicago di Amerika, Sapporo di Jepang, dan Liverpool di Inggris, misalnya menjadi wadah mencari nafkah, hidup, dan juga hobies kalangan komuter. Berbagai asosiasi kerja dan asosiasi persaudaraan dikembangkan penduduk setempat maupun para komuter demi menghilangkan stress sekaligus menjalin hubungan-hubungan sosial yang manusiawi.

Salah satu perkumpulan yang sering menjadi media persaudara tak pelak adalah motor, atau otomotif dalam skala yang lebih besar. Betapa tidak, karena komuter, terutama di dunia ke tiga, tidak jarang menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitas. Persamaan-persamaan tertentu, baik menyangkut tempat kerja maupun jenis dan merek kendaran merupakan sarana pemersatu yang cukup efektif. Bermunculanlah berbagai komunitas pengendara ataupun club motor. Tentu mereka dengan berbagai program dan kegiatan.

Kendaraan menjadi lebih dari sekadar sarana survive. Bukan lagi kuda besi yang hanya diperas tenaganya. Kendaraan, utamanya motor, pun menjadi kawan bermain. Menjadi sarana penyatu kalangan hobies. Nah, survive yang sering berarti speed, pun berubah menjadi turing yang lebih berkonotasi fun.

Dalam konteks semacam inilah para bikers dan insan otomotif semakin banyak menggalakkan apa yang kita kenal dengan istilah “fun rally�. Sering pula kita menyebutnya relly wisata atau turing senang-senang. Tidak jauh beda dengan lomba jalan santai atau fun bike untuk media kendara yang lain.

Fun rally memang merupakan fenomena baru di Indonesia. Setidaknya baru 5 tahun belakangan ini, sejak kendaraan pribadi komuter yang cepat dan gesit makin membesar penggunanya. Tidak hanya motor, tapi juga mobil. Semuanya berharap dunia bukan lagi sekadar kecepatan, kekerasan, dan keterasingan. Mereka berharap dunia menjadis makin membahagiakan, manusiawi, dan penuh kebersamaan. Keep brotherhood for life!!!



Associated Topics

Artikel cerita

"It’s Fun Time!!! Jelang Revtex Motor Plus Fun Rally" | Login/Create an Account | comments
Threshold
The comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.

No Comments Allowed for Anonymous, please register

Re: It’s Fun Time!!! Jelang Revtex Motor Plus Fun Rally (Score: 1)
by Bayu on Wednesday, 23 August 2006 (15:32:45) WIT
(User Info | Send a Message) http://club.tiger-revolution.org
hayo deticers dan siapa pun ...kita ikuti Fun Rally ini Very Happy


Re: It’s Fun Time!!! Jelang Revtex Motor Plus Fun Rally (Score: 1)
by Laurent on Monday, 28 August 2006 (15:58:02) WIT
(User Info | Send a Message) http://detic.honda-tiger.or.id
bangunnye jangan telat ya bay.... hahahahahahaa

Related Links
 More about Artikel cerita
 News by Laurent


Most read story about Artikel cerita:
Modifikasi Motor untuk Pemula


Article Rating
Average Score: 4
Votes: 7


Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad



Options