
It’s Fun Time!!! Jelang Revtex Motor Plus Fun Rally
Date: Wednesday, 23 August 2006 (15:19:03) WIT Topic: Artikel cerita
Berapa banyak di antara kita yang hobi kecepatan? Secara tidak sadar para komuter—istilah teknis untuk orang-orang yang bekerja bolak balik pusat kota-pinggiran—sebenarnya adalah speed goers (pecandu kecepatan). Betapa tidak. Kerja on time di kota yang sesak adalah tantangan. Berangkat kerja selambat mungkin, pulang kerja secepat mungkin. Biar sampai ke rumah masih ada waktu sisa untuk bersantai dengan keluarga, ikut club, dan mengerjakan tetek bengek urusan sosial lainnya. Padahal lalu lintas kota-kota besar seperti Jakarta luar biasa padatnya pada rush hours.
Kota dan para komuter memang fenomena yang terjadi sejak revolusi industri di Inggris pada abad 16-an. Fenomena ini kemudian berkembang di hampir kota-kota industri dan perdagangan. Pada awal abad 20, kota seperti Chicago di Amerika, Sapporo di Jepang, dan Liverpool di Inggris, misalnya menjadi wadah mencari nafkah, hidup, dan juga hobies kalangan komuter. Berbagai asosiasi kerja dan asosiasi persaudaraan dikembangkan penduduk setempat maupun para komuter demi menghilangkan stress sekaligus menjalin hubungan-hubungan sosial yang manusiawi.
Salah satu perkumpulan yang sering menjadi media persaudara tak pelak adalah motor, atau otomotif dalam skala yang lebih besar. Betapa tidak, karena komuter, terutama di dunia ke tiga, tidak jarang menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitas. Persamaan-persamaan tertentu, baik menyangkut tempat kerja maupun jenis dan merek kendaran merupakan sarana pemersatu yang cukup efektif. Bermunculanlah berbagai komunitas pengendara ataupun club motor. Tentu mereka dengan berbagai program dan kegiatan.
Kendaraan menjadi lebih dari sekadar sarana survive. Bukan lagi kuda besi yang hanya diperas tenaganya. Kendaraan, utamanya motor, pun menjadi kawan bermain. Menjadi sarana penyatu kalangan hobies. Nah, survive yang sering berarti speed, pun berubah menjadi turing yang lebih berkonotasi fun.
Dalam konteks semacam inilah para bikers dan insan otomotif semakin banyak menggalakkan apa yang kita kenal dengan istilah “fun rally�. Sering pula kita menyebutnya relly wisata atau turing senang-senang. Tidak jauh beda dengan lomba jalan santai atau fun bike untuk media kendara yang lain.
Fun rally memang merupakan fenomena baru di Indonesia. Setidaknya baru 5 tahun belakangan ini, sejak kendaraan pribadi komuter yang cepat dan gesit makin membesar penggunanya. Tidak hanya motor, tapi juga mobil. Semuanya berharap dunia bukan lagi sekadar kecepatan, kekerasan, dan keterasingan. Mereka berharap dunia menjadis makin membahagiakan, manusiawi, dan penuh kebersamaan. Keep brotherhood for life!!!
|
|